Sukses

Viral

Belajar Toleransi Beragama Dari Aktor Muslim Pemeran Yesus

Kredit (2)

Bintang.com, Libanon Dua bulan lalu stasiun televisi National Geographic meluncurkan mini serial cukup kontroversial diberi judul 'Killing Jesus'. Bukan jalan ceritanya namun lebih menyorot pada aktor yang memerankan sang penebus. Dia bernama Haaz Sleiman, seorang muslim taat berdarah Libanon.

Aktor tampan ini ternyata bukan selebritas ecek-ecek. Menempa bakat aktingnya sejak remaja, Sleiman muda jago dalam berakting dan pemain drama yang handal. Namun Libanon bukan negara tepat untuk mengembangkan kemampuan seni. Akhirnya pada usia 21 tahun Sleiman hijrah ke Amerika Serikat.

Peruntungan karir di bidang akting mulai menghampirinya. Banyak tawaran bermain film pendek namun berkualitas. Pada 2008 Sleiman bahkan mendapat nominasi pendatang baru film pendek terbaik di ajang Oscar.

Sleiman mengaku langsung mengangguk saat ditawarkan berperan menjadi tokoh sang juru selamat. Meski mendapat kritikan pedas sana-sini, dia memakluminya. "Dalam agama saya percaya Yesus seorang nabi dan saya menghormatinya. Banyak yang tidak paham, dia (Yesus) berada di samping Nabi Muhammad SAW saat akhir zaman kelak," ujar Sleiman.

Tak salah jika Eksekutif Produser Ridley Scott memilihnya memerankan sosok Yesus. Semangatnya yakni toleransi dan profesionalisme tinggi. "Jadi penonton non-Kristen bisa menyukai film ini," ujar Scott seperti dikutip dari harian The Indendent, Januari lalu.

Scott juga salut pada Sleiman lantaran saat istirahat syuting aktor itu tak lupa melakukan salat dan tidak pernah ketinggalan lima waktu.

Sebagai aktor gaya hidup Sleiman termasuk sederhana. Dia menjauhi pesta, minuman keras seperti sampanye atau anggur, dan tidak memakan babi. Aktor kini berusia 31 tahun itu juga masih jomblo, lho. Di pelbagai acara tak terlihat dia menggandeng perempuan yang belum jadi muhrimnya.

Sudah tampan, jago main film, taat keyakinan pula. Wanita mana yang tak tergoda pesonanya?

0 Komentar

Belum ada komentar