Sukses

Celeb

5 Alasan Wajib Nonton Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Bintang.com, Jakarta Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak rencananya akan menghiasi bioskop di seluruh Indonesia mulai 16 November 2017. Sebuah penantian panjang bagi penggemar film tanah air karena film ini telah mengitari banyak festival film internasional sejak Mei sampai Oktober 2017.

Karakter sebagai seorang pembunuh menjadi pengalaman perdana bagi aktros Marsha Timothy di film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.

Salah satu adegan film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. (Istimewa)

Di film tersebut, Marsha Timothy mencoba hal yang berbeda dalam mengeluarkan kemampuan aktingnya. Menjadi seorang pembunuh memang berbanding terbalik dengan kehidupan nyata istri Aktor Vino G Bastian ini.

Marsha Timothy sendiri mempersiapkan perannya dengan menjalani pelatihan selama 3 bulan termasuk latihan dialek. Aktris ini mengalami hal yang menarik ketika kita riset karakter di Sumba.

"Kami bergaul dengan ibu-ibu di sana untuk mendalami perempuan Sumba. Kami sering ngobrol dialek Sumba di sana," tuturnya. Saat berkeliling ke luar negeri untuk film ini, ternyata sutradara mendapat pernyataan menarik dari sineas internasional.

"Mereka bertanya, 'Indonesia mayoritas Islam penduduknya. Kenapa film kamu tidak ada yang memakai jilbab?' saya bilng karena film saya mengmbil lokasi yang mayoritas agamanya merapu, ini keberagaman kami yang harus dikeluarkan. Ini film yg mengeluarkan penonton dri zona nyaman." kata Mauly Surya. Film ini bisa menjadi tontonan wajib buat kamu karena lima alasan ini.

1 dari 6 halaman

1. Akting Pemain Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Juara

Setelah filmnya rampung, Marsha Timothy mengaku ketakutan melihat aktingnya di film garapan sutradara Mouly Surya tersebut. "Saya ngeri pas lihat filmnya sudah jadi. Saya lihat ya karena kepalanya itu kan benar-benar seperti kepalanya mas Egi ya, saya lihat itu emang seperti kepala dia (Egi)," kata Marsha Timothy.

Karakter Marlina, kata Marsha memang bukan sebagai pembunuh sejak lama. Membunuh, dikatakannya karena memang ada sebab. Diceritakan dalam film tersebut, Marlina adalah sosok janda miskin yang kediamannya dimasuki 7 perampok.

 

 

2 dari 6 halaman

2. Cerita Marlina si Pembunuh Empat Babak Tak Biasa

Dalam kisahnya, Marlina merupakan seorang janda yang mengalami ancaman dari 7 perampok yang dipimpin oleh Markus, diperankan oleh Egi Fedly. Kedatangan mereka mengancam harta, nyawa, berikut kehormatan Marlina.

Menurut Marsha, ada banyak tantangan yang dirasakannya ketika berperan sebagai Marlina. Salah satunya ketika dirinya menjadi pembunuh yang dilarang keras meluapkan emosi yang berlebihan.

"Susah sih terutama untuk Marlina. Kesulitan saya meredam emosi itu supaya tidak meluap-luap," kata Marsha Timothy.

 

 

3 dari 6 halaman

3. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Syuting di Sumba

Film ini turut mengangkat daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Marsha Timothy tinggal di Sumba selama tiga minggu untuk syuting film ini.

"Karakternya Marlina itu perempuan Sumba yang biasa hidup sendiri sebagai janda, karena suaminya sudah meninggal. Rumahnya dari tetangga benar-benar jauh, dan saya sendirian di atas bukit. Tiba-tiba didatangi perampok berjumlah 7 orang," jelas Marsha menceritakan karakter Marlina.

"Kalau buat saya Marlina bukan perempuan pembunuh yang dari dulu suka ngebunuh. Tapi emang karakter cewek Sumba biasa, yang terpaksa harus membunuh," katanya.

 

4 dari 6 halaman

4. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Pakai Bahasa Sumba

Berperan sebagai gadis asli Sumba, Marsha mengakui kesulitan untuk bisa secara luwes melafalkan dialek khas orang Sumba. Namun berkat pelatihan yang intensif selama beberapa bulan terakhir, istri dari Vino G. Bastian itu pun merasa mulai terbiasa untuk menjadi gadis Sumba.

"(Kesulitan) yaa dialek. Memang masih asing, tapi karena kami intensif jadi sekarang berasa lebih nyaman pakai bahasa itu (Sumba) dan lebih menyatu karena yang ngajar orang asli Sumba," tambahnya.

Marsha pun mengakui perannya di film Marlina The Murderer in Four Acts merupakan pengalaman pertamanya bermain film yang mengharuskannya berdialog dengan bahasa daerah. Hal tersebut pun dijadikannya sebagai tantangan untuk terus mengeksploitasi kemampuannya di dunia seni peran tanah air.

 

 

5 dari 6 halaman

5. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Menang di Festival Film

Film ini sempat ditayangkan di Festival fi Cannes 2017. Bahkan nantinya akan ditayangkan di beberapa kota di dunia yakni Roma, Milan, Marseille, Paris, Geneva, Brussels dan Florence.

Bahkan Marsha Timothy menyabet penghargaan sebagai aktris terbaik dalam ajang Sitges International Fantastic Film Festival 2017 lewat film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Festival film kelas dunia ini digelar di sebuah kota di Catalonia, Spanyol.

Sebuah penghargaan bergengsi pastinya bagi Marsha Timothy, karena dirinya berhasil menyingkirkan kandidat kuat dalam kategori aktris terbaik berkat film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Salah satu kandidat tersebut adalah Nicole Kidman.

Tulis Komentar (3)

Kredit

  • Puput Puji Lestari
    Author
    Puput Puji Lestari
  • Puput Puji Lestari
    Editor
    Puput Puji Lestari