Sukses

Celeb

Eksklusif Luna Maya, Main Film Horor Kuras Fisik dan Emosi

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Nama Luna Maya masih termasuk artis papan atas Indonesia saat ini. Wanita kelahiran Bali, 26 Agustus 1983 ini sudah cukup lama merintis karir di dunia hiburan dan masih eksis sampai sekarang. Ia termasuk artis serbabisa. Mengawali karir di dunia model, Luna Maya mulai berkiprah di dunia akting dengan tampil di sejumlah film layar lebar maupun sinetron.

***

Kemunculan Luna meski hanya sebentar di film perdananya, 30 Hari Mencari Cinta, menarik banyak perhatian. Begitu juga di film keduanya, Brownies. Luna kemudian jadi pemain utama untuk pertama kalinya di film horor Bangsal 13 (2004) dan kemudian Cinta Silver (2005).

Luna Maya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist : Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Setelah melambung di film dan sinetron, Luna juga sukses sebagai presenter. Wanita yang pernah punya hubungan spesial dengan Ariel NOAH ini dikenal luas sebagai salah seorang presenter program musik bersama Raffi Ahmad dan mendiang Olga Syahputra. Selain itu Luna juga pernah menekuni bidang tarik suara. 

Namun di tahun lalu Luna sempat vakum dari dunia hiburan karena lebih fokus mengurusi bisnisnya. Setelah lama disibukkan dengan bisnis, Luna Maya kembali ke dunia entertaiment lewat film Mantan di tahun ini. Selain itu, Luna juga bermain di film The Doll 2 bersama Herjunot Ali.

The Doll 2 sendiri merupakan sekuel dari film yang sempat sukses di 2016 yang berjudul The Doll. Film produksi Hitmaker Stuidos ini diproduseri dan disutradarai oleh Rocky Soraya. Meski bukan film pertama yang bergenre horor, namun diakuinya Luna filmnya kali ini merupakan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan film horor yang lain.

Luna Maya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist : Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

"Saya udah lama nggak main horor tapi kan pengennya yang bagus, yang ceritanya beda. Saya ngobrol dan ketemu pak Rocky, dia ceritain ceritanya kayaknya seru juga. Film ini punya kualitas bagus dari berbagai sisi makanya saya mau main di sini,” tutur Luna Maya saat menyambangi kantor redaksi Bintang.com, di kawasan Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu..

Apa yang membuat Luna Maya mau bermain di The Doll 2? Apa saja keistimewaan film horor tersebut di mata sahabat mendiang Julia Perez (Jupe) ini? Apa hal terberat yang menurut Luna harus dijalaninya selama syuting? Kenapa juga Luna sempat vakum di dunia hiburan, ada proyek apalagi yang akan dikerjakan oleh kekasih Reino Barrack ini? Simak hasil wawancara dengan Luna Maya berikut ini.

1 dari 3 halaman

Adegan Sedih dan Julia Perez

Beberapa tahun lalu film horor Indonesia seperti identik dengan unsur erotis atau sensual. Tapi sekarang ini hal tersebut bisa dibilang sudah tak ada lagi, termasuk di The Doll 2. Lalu apa saja keunggulan The Doll 2 menurut Luna Maya sehingga membuatnya pantas dan menarik untuk ditonton. 

Apa inti cerita The Doll 2?

Di film ini, aku dan Herjunot Ali jadi pasangan suami istri bernama Aldo dan Meira. Jadi ceritanya kehidupan rumah tangga Aldo dan Meira awalnya berlangsung harmonis, mereka punya seorang anak perempuan bernama Keyla. Tapi semuanya berubah waktu Keyla meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Sejak saat itu, kehidupan keduanya seperti nggak bisa tenang dan tentram, terutama karena diganggu oleh hal-hal mistis. Itu aja yang bisa aku ceritain karena detilnya nggak bisa dibocorin ceritanya dan ada twist-twist yang mengejutkan.

Apa kaitan The Doll pertama dan yang kedua?

Aku yang film pertama nggak ikut main. Kalo benang merahnya ada di karakter bu Laras (diperankan Sara Wijayanto). Jadi , jadi ceritanya karakter aku, Meira, datang ke bu Laras setelah anaknya meninggal, jadi nanti ada interaksi antara mereka.

Menurut kamu apa yang menarik dari The Doll 2?

Film ini patut ditonton karena bagus dari berbagai sisi. Film itu kan bukan hanya pemainnya saja, tapi juga ceritanya, sutradaranya dan kru yang terlibat, bagaimana mereka mengerjakan filmnya membuat film ini menarik buat ditonton. Kalo The Doll ini termasuk film horor yang franchise, kalau sukses pasti masyarakat suka dan dibuatkan lanjutannya. Ada demand ya ada supply, ada filmnya. Kalau yang kedua ini sukses mungkin saja nanti ada yang ketiga.

Luna Maya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist : Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Apa yang membuat The Doll 2 beda dari film horor lainnya?

Kita pernah ngobrol sama Rocky, ini bukan film horor yang mengandalkan keseksian atau erotis. Ini film yang punya konsep, seperti James Wan punya konsep, seperti The Conjuring. Film horor erotis mungkin dulu pernah laris tapi sekarang orang sudah jenuh. Orang kita sudah pintar dan tentu punya mata dan hati jadi tahu mana film horor yang bagus. Bedanya lagi, film ini bukan sekedar horor tapi ada unsur dramanya juga.

Berarti film-film horor erotis sudah dijauhi penonton?

Sebenarnya film-film horor kita banyak yang bagus dan disukai penonton tapi jadi rusak karena beberapa film horor sensual itu. Nah sekarang kita coba tepiskan imej paket hemat tadi yang andalkan paha dan dada itu, dan kembali ke film horor yang sebenarnya, yang serius dan bikin mencekam, bukan karena ada paket hemat tadi.

Ada persiapan khusus sebelum syuting?

Ya pasti ada reading, sama Junot dan yang lainnya. Syutingnya seperti biasa sih, Tapi aku cukup stres di film ini karena pertama hapalan banget. Ya, bukan apa-apa karena dialognya panjaaaang banget dan harus sesuai sama skenario. Sampai titik koma pun nggak boleh beda. Ya beda sutradara beda gaya ya, rocky mau semuanya sesuai skenario. Udah dialognya panjang, nangis mulu lagi. Tapi itulah serunya dan jadi tantangan buat aku.

Ada kesulitan selama syuting?

Ya seperti aku bilang tadi, film ini harus benar-benar sesuai sama apa yang ada di dalam naskah. Aku juga sering diskusi sama sutradara, sama Junot dan yang lainnya, supaya bisa maksimal saat syuting terutama membawakan karakter yang aku mainkan

Seperti apa karakter Meira yang kamu perankan?
Meira ini istri dari Aldo (Herjunot Ali). Tokoh Meira ini juga egois, dia sedih ya sedih sendiri, suaminya sampai nggak diperhatikan. Dia ini orang yang sangat rapuh, dunia apa yang dia punya dan apa yang dia percayai, dalam arti dia nggak kuat karena itu rapuh. Padahal dia mash punya kehidupan, masih punya suami. Oke anaknya memang meninggal, tapi bukan berarti dia jadi tidak peduli dengan kehidupannya.

Luna Maya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist : Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Apa hal tersulit dalam memerankan karakter Meira?

Hal tersulit bagi aku adalah takut, itu susah karena aku nggak punya kemampuan khusus melihat sesuatu, jadi susah bagi saya buat takut. Padahal Meira ini orangnya penakut, gampang takut. Makanya jadi agak sulit karena aku nggak pernah mengalami sesuatu. Aku juga harus nangis-nangis dan itu nggak gampang juga karena aku nggak mudah sedih.

Jadi bagaimana bisa memunculkan rasa takut dan sedih saat syuting?

Membangun rasa takut, sebenarnya ada hubungan juga sama almarhumah Jupe. Aku waktu syuting suka mikir gimana kalo tiba-tiba dia lewat. Terus aku browsing-browsing berita sedih dan aku bayangin gimana kalo itu terjadi sama aku sendiri.

Apa usaha itu berhasil?

Iya, jadi aku bikin memori sedih atau bank sedih. Jadi pas take atau syuting, aku mulai bayangin yang sedih-sedih tadi dan kesedihannya jadi lebih terasa pas syuting.

2 dari 3 halaman

Sempat Terluka Saat Syuting

Ada banyak cerita menarik dari Luna Maya terutama saat proses syuting The Doll 2. Bukan pengalaman mistis yang sepertinya sudah jadi cerita biasa di saat syuting film bergenre horor. Namun ada cerita lainnya yang tak kalah menarik. 

Ada peristiwa atau kejadian aneh selama syuting?

Syuting secara keseluruhan enak sih meski ini film horor, karena tempatnya enak dan rumahnya mewah, hahaha. Hanya itu saja. Ada beberapa kru yang diganggu termasuk pemeran pengganti anak kecil, tapi aku sendiri nggak mengalami apa-apa. Kalau proses syutingnya memang cukup lama juga, sekitar 36 hari.

Bermain di film horor, adegan apa yang terasa paling berat?

Ada pas adegan terakhir karena syutingnya berat juga sih. Di adegan klimaks ini ceritanya badan aku kena banyak darah. Karena adegan ini badan aku sampai lengket gitu soalnya syutingnya dari pagi sampai malam. Baju aku jadi lepek dan basah, tapi nggak bisa ganti karena masih harus syuting dan sambil nunggu set jadi. Gara-gara itu aku jadi sempat kena flu, karena harus dipakai terus kalo nggak repot mesti buka lepas buka lepas, rambut juga jadi kotor.

Kamu sempat terluka juga saat syuting?

Ada luka sedikit sih. Pas adegan pecahin kaca pakai sandal, ternyata itu kaca beneran dan kita pemain nggak ada yang tahu. Makanya pecahan kacanya sempat kena kaki aku dan sempat kebeset (luka) sedikit.

Luna Maya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist : Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Berarti The Doll 2 termasuk film yang istimewa bagi Luna Maya?

Tiap film istimewa bagi aku karena punya keunggulan dan tantangan tersendiri. Kebetulan aja di The Doll 2 terasa lebih spesial karena perjuangannya lebih berat baik fisik dan terutama dari segi emosi.

Kamu pernah main di film horor Bangsal 13, apa perbedaan utama dengan The Doll 2?

Iya, dulu pernah main horor Bangsal 13 tapi itu kan tahun 2004, udah lama banget. Yang paling beda ya soal umur, dulu kan aku masih 20 tahun, sekarang 32 tahun jadi terasa lebih capek, hahaha. Kalo dulu adegannya lebih banyak malem, adegan siangnya hampir nggak ada yang kepake. Jaid aku dapet oleh2 kena asma di film itu Aku sempat kena bronkitis dan batuk-batuk juga karena film itu.

Kalau The Doll 2 banyak syuting di siang hari?

Kalo di The Doll 2 ini syutingnya dari pagi sampai malam. Tapi Rocky nggak mau syuting sampai pagi, kalau pun ada syuting pagi itu memang terpaksa aja. Tapi paling pagi juga jam 3 sisanya jam 12 kita udah selesai syuting. Itu yang aku senang dari Rocky, hahaha.

Apa harapan kamu untuk film The Doll 2?

Ya kita berharap yg terbaik dari film ini dan bisa menghibur. Karena tiap orang kan punya ekspektasi semdiri saat nonton. Harapannya tentu bakal banyak yang suka dan terhibur. Mudah-mudahan juga bisa jadi inspirasi buat bikin film horor yang bagus dan menarik juga menghibur.

Kenapa belakangan jarang tampil di televisi lagi?

Bukan apa-apa, bingung juga udah nggak ngerti bahasannya apa kalau tampil di TV. Soalnya kan udah lama nggak begitu muncul, jadinya banyak diam karena waktu mau nimpalin aku nggak tahu yang lagi nge-trend apa. Terus terang aja, selain lebih fokus di bisnis pas tahun kemarin, banyak acara televisi yang sudah tidak masuk dalam minat aku lagi.

Luna Maya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist : Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Setelah sibuk mengurus bisnis, kamu langsung fokus kembali di dunia film?

Iya, aku di tahun ini memang mau fokus kembali di film. Sekarang aja sudah ada tiga film yang siap rilis. Yang satu, Mantan, sudah tayang di bulan puasa ini. Terus The Doll dan satu lagi ada sekuelnya Filosofi Kopi. Selain itu ada beberapa proyek lagi, tapi aku belum bisa cerita sekarang.

Berarti di tahun ini memang fokus di dunia film?

Ada beberapa tawaran di bidang lain yang masuk, tapi belum ada yang cocok. Nah, kebetulan di tahun ini pas banget dapat tawaran bagus di film, termasuk di The Doll 2 ini. Kalau memang ada tawaran yang menarik terutama di film tentu jadi fokus utama aku.

Harus diakui memang kalau pamor Luna Maya sama sekali belum luntur meski sempat vakum dari dunia hiburan, terutama di dunia film. Luna selalu berusaha memberikan yang terbaik di bidang apa pun yang ditekuninya. Tapi rasanya, dunia film adalah wadah terbaik bagi Luna untuk menunjukkan dan memaksimalkan bakatnya. Lewat The Doll 2 mungkin kita akan kembali disuguhkan pembuktian kualias dan totalitas seorang Luna Maya.

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar