Sukses

Celeb

Cerita Cinta, Judika - Duma Riris Silalahi

Bintang.com, Jakarta Cerita cinta Judika dengan Duma Riris bermula saat keduanya bertemu dalam sebuah acara Batak. Acara marga Duma, Silalahi. Judika hadir sebagai bintang tamu, sedangkan Duma sebagai host.

"Kok cantik nih orang Batak satu. Awalnya, aku ga mau sama orang Batak. Maunya yang lainnya aja. Karena Batak kan udah tahu, maunya sama suku lain," kenang lelaki kelahiran, Dairi, Sidikalang, Sumatra Utara, 31 Agustus 1978 itu kepada Riswinanti Permatasari dari Bintang.com, baru-baru ini.

Kecantikan perempuan kelahiran Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, 20 September 1983 itu membuat Judika seperti terpana. Rupanya, ia jatuh cinta dengan Duma, meski hanya berkenalan secara singkat.

"Aku juga saat itu minta tolong manajer mintain nomor telepon. Akhirnya, dia teriak, pas bukan lagi bagiannya dia yang ngomong. Pas penawaran-penawaran lukisan dia ga ikutan, dia sebutin nomernya, kita teleponan. Tiga bulanlah PDKT (pendekatan). Jadian setelah berapa (bulan)," papar meraih runner-up Indonesian Idol 2005 itu.

Eksklusif Judika (Fotografer: Galih W Satria, DI: Muhamad Iqbal Nurfajri/Bintang.com

Lelaki pemilik nama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang itu sempat berbunga-bunga. Karena mamanya Duma pun suka, malah waktu kenal dengan Judika, ia malah sempat nyanyi di telepon. Ternyata, saat itu Duma sudah punya pacar, dokter.

"Pacarnya dokter, dan keluarganya memang suka profesi-profesi kayak gitu. Dokter atau pendidikan atau akademis. Dia (keluarga) suka, ya udah ga mau denger namaku lagi. Aku sih menebak-nebak aja, kalau nyanyi penghasilannya seberapa, sih?" ucap Judika.

1 dari 3 halaman

Dilarang Datang

Judika berusaha dewasa dan berpikir dengan kepala dingin menghadapi kenyataan itu. Saat itu, banyak teman yang memberi masukan kepada Judika jika dirinya egois. 

"Wajarlah dia banyak yang suka. Aku ga seberapa, ada bupati, ada jenderal. Di situ gue janjian sama dia, bilang ga mau ngelawan, apalagi setiap kebersamaan dia, kayak ada yang ngintilin (mengikuti) terus," tukas Judika.

Foto Perayaan Ulang Tahun anak Pertama Judika dan Duma Riris Silalahi (Andy Masela/bintang.com)

Judika terus berjuang. Cara yang dilakukan dengan mendekati ibunda Duma. Saat ibunya sakit, ia datang dengan membawa buah. Namun, kehadiran  justru tak diinginkan ibunda Duma, bahkan ia diminta untuk pergi.

"Oh kamu, ga usah deh (datang) daripada ribut," kata Judika menirukan ucapan ibunya Duma. "Itu pertemuan pertama. Minimal udah ketemu, selama ini gak ketemu," sambung pemenang Penyanyi Solo Pria Paling Inbox dalam ajang Inbox Awards.

Ketika ditemui di kawasan Daan Mogot beberapa waktu lalu, penyanyi bersuara khas ini menceritakan usahanya untuk mendapatkan hati seorang Duma Riris yang kini  telah menjadi istrinya tersebut. (Deki Prayoga/Bintang.com)

Pertemuan kedua, Judika mendatangi salon ibu Duma.  Saat itu  ibunda Duma memiliki usaha salon. Judika berusaha mengajak bicara, tapi  tak pedulikan.

"Akhirnya dua jam ga enak bilang ‘aku dah makan’. Mulai lembut. Jadi berapa kali ketemu tuh ga ngomong cuma udah mulai deket. Akhirnya justru mamanya yang harus tangung jawab bikin anak-anaknya bisa terima. Jadi kumpul satu keluarga gitu. Semua diam aja dan aku ga merasa salah. Aku minta maaf aja. Beres," kata Judika.

2 dari 3 halaman

Perjuangan

Meski hubungan tak direstui, Judika dan Duma tetap berjuang.

"Kita benar-benar berjuang aja, kita ga tahu jalannya apa. Jadi kalau ada acara apa, Duma nge-MC di mana, mamanya pasti nemenin tuh. Jadi gue dari jauh aja. Mamanya itu tahu aja. Pokoknya kita berjuang aja, biar Tuhan yang nentuin. Kalau memang ga bisa ya udah kita ga maksain. Makanya kita lebih free saat itu. Kita pokoknya jalanin aja, Cuma akhirnya sama nyokapnya dikasih kesempatan itu kenal dan akhirnya agak lembek gitu," papar Judika.

Kondisi kini telah berubah, bahkan Judika menjadi paling dekat dengan ibunda Duma. Saat anaknya lahir, ibunda Duma yang mengurusi. Ia sangat sayang dengan cucu dan keluarga.

"Orang Batak tuh sayang banget sama anaknya, cuma kadang caranya. Ya gue ga bisa bilang itu salah, cuma orang kan beda. Bisa jadi pilihan orang tua yang bener. Makanya kita berjuang, perjuangan itu yang nentuin kita jodoh apa enggak. Buka orang tua melarang atau merestui," jelas pemain film Si Jago Merah.

Judika bahkan harus menunggu selama 3 bulan untuk mendapatkan jawaban dari sang pujaan hatinya tersebut. Waktu yang tak sebentar memang untuk menantikan sebuah kepastian cinta, namun ia rela karena rasa sayang yang tulus. (Deki Prayoga/Bintang.com)

"Kalau gue dulu ga dilarang juga mungkin gue ga ciptain 'Mama Papa Larang', ga sesukses sekarang. Sekarang banyak ibu-ibu yang sayang sama gue. Bener. Ibu-ibu bilang semoga perjuangannya sama sama gue. Padahal, itu lagu gue ciptain buat gue doang kan. Banyak pasangan yang berani fight," lanjut Judika.

Jika berpikir sederhana, lanjut Judika, pilihan pasti datang. Baginya, jika berpacaran perjuangan sangat penting. Perjuangannya dibangun sejak dari pacaran.

Judika dan Duma Riris bersama dua anaknya (Instagram/@duma_riris)

"Sekarang kan ga kayak dulu. Dulu cuma surat-suratan, sekarang bisa buka YouTube ini itu. Kalau ga ada komitmen ya gimana? Apapun masalahnya, stop buka perasaan untuk yang lain. Pernikahan ini selamanya yang bisa misahin adalah cuma kematian.
Makanya, orang Batak jarang ada perceraian, walau mungkin berpisah," jelas Judika.

Bagi Judika, untuk menjalani sebuah komitmen harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Hal itu yang juga diperjuangkan sejak pacaran secera apa adanya hingga menikah. "Sekarang jalanninya bukan untuk kita lagi, tapi untuk anak," tandas pemain film Toba Dreams.

Judika dan Duma Riris  menikah pada 31 Agustus 2013 di Gereja HKBP, Balige. Acara kemudian dilanjutkan dengan resepsi adat Batak di lapangan di depan rumah orang tua Duma Riris. Resepsi pernikahan mereka digelar di Jakarta  pada 7 September 2013. Usai menikah, Judika langsung memboyong Duma di rumah yang sudah dibeli sebelumnya di daerah Jakarta Timur. Kini, Judika dan Duma dikaruniai dua orang anak;  Cleo Deomora Sihotang dan Judeo Volante Sihotang.

 

Tulis Komentar (2)

Kredit

  • Riswinanti
    Author
    Riswinanti
  • Komarudin
    Editor
    Komarudin