Sukses

Celeb

Prosesi Tedak Siten Anak Ahmad Dhani Dihadiri Arwah Leluhur

Bintang.com, Jakarta Ahmad Dhani menggelar prosesi Tedak Siten untuk anak bungsunya, Ahmad Syailendra Airlangga. Prosesi warisan adat Jawa ini merupakan tahapan pertama kali sang anak menginjakkan kaki ke bumi.

Banyak filosofi yang ada selama beberapa tahap prosesi. Bagaimana ketika sang anak menginjak tanah, dibasuh kakinya dengan air bunga, lalu menginjak beberapa wadah yang memiliki maksud tertentu.

Dari prosesi ini juga disebut-sebut sang anak bisa diketahui akan ketertarikannya. Terdapat beberapa barang untuk dipilihnya ketika berada di dalam kurungan, di antaranya uang, mainan, buku, dan lainnya.

 Ahmad Dhani gelar Tedak Siten. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Prosesi ini memang kental dengan nuansa Jawa. Lantunan gending Jawa dengan segala ormanen bernuansa Jawa lainnya terlihat jelas. Seluruh keluarga Dhani yang menghadiri pun mengenakan busana Jawa.

Kesan khidmat nan mistis terasa. Apalagi ditambah pernyataan Ahmad Dhani yang mengatakan bahwa prosesi adat yang dilakukannya juga dihadiri oleh arwah sang ayah dan leluhurnya dari Jerman.

"Terimakasih sudah menyaksikan prosesi adat kami bersama keluarga kecil kami. Dihadiri juga oleh arwah dari orangtua kita, spirit dari orangtua saya, Eddy Abdul Manaf. Oma, opa saya, Kohler. Hadir sekarang," kata Ahmad Dhani di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/1).

Ahmad Dhani gelar Tedak Siten. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Tedak Siten sendiri diambil dari bahasa Jawa, tedak berarti turun, sementara siten dari kata siti yang bermakna tanah. Dhani sendiri sudah melakukan prosesi warisan leluhur ini semenjak anak pertamanya, Al Ghazali berusia 7 bulan.

"Bahkan videonya masih saya simpan. Tradisi orang baik lah. Tradisi ini baik. Seharusnya nggak hanya orang Jawa, mereka yang hidup di pulau Jawa, makan dari pulau Jawa juga melestarikan budaya leluhur," tutur Ahmad Dhani.

"Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Maka dari itu, kita memijak tanah Jawa, menjunjung tinggi tradisi dan filosofi-filosofi yang ada. Dan ini sudah saya lakukan pada Al, El, Dul," tukas Ahmad Dhani.

Tulis Komentar (2)

Kredit

  • Anto Karibo
    Author
    Anto Karibo
  • Regina Novanda
    Editor
    Regina Novanda