Sukses

Celeb

Eksklusif Jihan Fahira, Cita-Cita Ingin Meninggal Husnul Khatimah

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Tiga tahun terakhir, Jihan Fahira seperti hilang dari dunia hiburan. Bahkan kehidupan sehari-hari Jihan Fahira tidak pernah terekam, lantaran ia dan Primus Yustisio maupun anak-anaknya, tidak memiliki akun media sosial. Sejak menikah dengan Primus Yustisio, 17 Septermber 2004, Jihan memang membatasi diri untuk menceritakan kehidupan rumah tangganya ke media. Kalaupun ada yang diceritakan, ia lebih dahulu memilahnya. Lantas, apa sebenarnya yang dilakukan Jihan Fahira tiga tahun belakangan ini?

***

Jihan Fahira rupanya memiliki penampilan baru. Ia kini mengenakan hijab. Sudah tiga bulan terakhir, Jihan Fahira memutuskan untuk mengenakan hijab. Bintang.com berkesempatan menjadi media pertama yang mengabadikan sosok Jihan Fahira usai memutuskan mengenakan hijab.

Jihan Fahira kini memiliki empat orang anak. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist: Indah Wulansari, Make Up: @Sarahsadiqa, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Keputusannya mengenakan hijab, selain karena perenungan dirinya, hal tersebut sudah jauh hari diminta Primus Yustisio, suaminya. Menurut Jihan, sejak 10 tahun lalu Primus memintanya untuk berhijab namun ia baru menyadari, jika semakin lama ditunda, semakin lama pula syariat dalam keyakinannya tidak dijalani.

Setelah berhijab, Jihan Fahira merasa lega. Sedikit demi sedikit ia mulai mendekat kepada Maha Pencipta. Hari-harinya diisi dengan mengurus empat anaknya dan banyak mempelajari agama. Jihan Fahira rupanya ingin banyak mengisi kehidupannya dengan melakukan kebaikan dan berbuat kebenaran. Sebab, seperti kebanyakan umat muslim lainnya, Jihan Fahira bercita-cita ingin meninggal dengan husnul khatimah, atau akhir yang baik.

Sibuk mengurus anak, Jihan Fahira sementara pensiun dari dunia hiburan. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist: Indah Wulansari, Make Up: @Sarahsadiqa, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

"Targetnya apa kita nggak tahu. Tapi penginnya lebih baik lagi, lebih keren lagi, baik dan benar. Punya cita-cita husnul khatimah. Bukan cuma saya, ini kan pasti cita-cita semuanya. Nggak ada pilihan, selain hari demi hari harus lebih baik. Karena waktu nggak bisa berjalan mundur, selalu maju," ujar Jihan Fahira kepada Bintang.com dalam sesi pemotretan dan wawancara eksklusif belum lama ini.

Ibu dari Lana Devina Yustisio, Sami Muhammad Abduh Yustisio, Tara Azkia Alona, Aisyil Maryam Yustisio itu juga menceritakan, alasan keluarganya tidak memiliki media sosial dan membatasi diri untuk 'ramah' terhadap dunia internet. Keinginannya agar primus tidak lagi terjun di dunia politik. Semuanya terangkum dalam sesi wawancara eksklusif berikut ini.

1 dari 3 halaman

Alasan Jihan Fahira Batasi Sosmed

Sudah 10 tahun terakhir, Primus Yustisio, suami Jihan Fahira terjun ke dunia politik sebagai kader partai politik dan anggota dewan. Namun ada keinginan Jihan yang sudah disampaikan kepada suami, agar ia tidak lagi terjun di dunia politik.

Sempat ingin suami nggak di dunia politik?
Sebagai istri, apapun pilihan suami saya selalu dukung, itu intinya. Namun sebagai istri pula, kan kita boleh sharing dan rikues. Saya sih harapannya nggak usah (suami di dunia politik), nggak juga nggak apa-apa. Toh, saya kenal dia dulu bukan dari dunia politik. Saya kenal sama dia di luar dari politik, jauh malah. Untuk setop dari sana (dunia politik) mungkin itu lebih baik, fokus kepada agama. Lebih fokus kepada sesuatu yang abadi nantinya, itu harapan saya. Tapi selama dia di dalam sana (dunia politik) jujur dan nggak aneh-aneh, Insya Allah mudah-mudahan selamat saya doakan. Saya doakan juga apapun yang dia pilih, selalu selamat, iman Islamnya juga selalu dijaga.

Kamu sekeluarga juga tidak punya sosmed, kontras dengan keluarga masa kini. Alasannya?
Bukan kita meninggalkan sosmed ya, tapi memang nggak pernah main sosmed. Kalau ada perlu ke teman dekat, sahabat atau keluarga kan ada BBM (BlackBerry Messenger), ada Whats App, ada SMS. Sepuluh tahun lalu nggak ada gitu-gituan, saya tetap bisa bersosialisasi, bisa syuting, bisa bergaul tanpa sosmed.

Jihan Fahira sangat membatasi penggunaan internet kepada buah hatinya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist: Indah Wulansari, Make Up: @Sarahsadiqa, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Apa sih alasan kamu nggak mau punya sosmed?
Nggak kepengin apa-apa. Pengin tenang juga. Kan nggak ada keharusan dan wajib gunakan somed. Nanti juga takut ketagihan. Saya juga nggak mengerti, apa yang mau di-posting. Itu kan sepertinya hobi ya dan saya merasa nggak hobi itu. Saya malah merasa satu hari itu kurang 24 jam. Saya masih punya bayi, anak-anak masih kecil, ada empat. Saya temani empat orang anak dan suami, jadi ada lima orang yang selalu berharap keberadaan saya. Kalau saya kebanyakan sibuk dengan diri saya sendiri, jadinya ribet ya.

Membatasi diri dengan sosmed, termasuk ke anak-anak?
Saya mungkin bukan tipikal orang yang moderen. Bukan juga nggak mau beliin anak-anak gadget, Insya Alloh Primus bisa beliin anak-anaknya satu-satu. Tapi kami memilih untuk tidak (bermain sosmed). Nanti ada waktunya, kasihan kalau anak-anak masih kecil lihat hal-hal yang kurang baik. Karena suka atau tidak suka, di tengah-tengah main ada sesuatu yang kurang baik. Mungkin kalau kita yang sudah dewasa, orangtua lebih bisa mencerna tapi kan anak kecil akan ditelan bulat-bulat. Saya menjaga itu saja. Pasti ada masanya kok mereka pegang gadget, masih ada SMP ada SMA.

Bukannya anak-anak zaman sekarang nggak bisa dipisah dari gadget dan sosmed?
Ya, memang sudah dunianya, sudah zamannya. Nanti tahun depan ada keluar yang canggih lagi. Meski keluar lagi yang lebih canggih, nggak masalah. Itu sekali lagi masalah pilihan. Kalau saya memang tidak terlalu enjoy. Kakak saya pakai (sosmed), keponakan saya pakai, adik saya juga pakai. Saya dan Primus memang kurang. Buat kita masih bertanya-tanya, untuk apa ya (bermain sosmed)? Saya kebetulan juga tidak pintar main begituan.

Jihan Fahira berusaha menjaga ketiga anaknya tidak terpengaruh sisi negatif media sosial. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist: Indah Wulansari, Make Up: @Sarahsadiqa, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Tidak memberi gadget dan membatasi sosmed, itu cara kamu mendidik anak-anak?
Bukan melarang ya tapi membatasi. Di sekolahnya sudah cukup pakai gadget, pakai laptop karena memang tuntutannya. Beda dengan zaman kita, mencatat di buku, kalau anak sekarang kan di laptop. Di rumah saya tidak menerapkan itu, meski saya punya tablet, ada fasilitas wifi juga. Primus juga bukan tipe ayah yang suruh anak-anaknya pegang gadget supaya anteng, anak saya nggak ada yang punya hape. Saya punya tapi statusnya dipinjamkan ke anak-anak dengan durasi tertentu, itu pun anak saya main bola. Saya tidak bisa menampik zaman tapi nggak ada kewajiban dan paksaan untuk memberi gadget. Itu hanya pilihan orangtua dan saya memilih menjadi orang kuno saja. Nggak jadi keren juga anak saya kalau pakai gadget. Nanti ada masanya, kasihan kalau disodorkan begitu. Ini bukan masalah ekonomi, insya Alloh bisa beli. Tapi bukan itu.

Memang kamu pernah menemukan kejadian negatif ya di gadget?
Pengalaman saya nih, main games tiba-tiba keluar iklan yang nggak bagus banget. Itu padahal mainan buat siapa, orang dewasa atau anak-anak? Itu munculnya iklan buat siapa? Tiba-tiba sedang asik main games yang kelihatannya buat anak-anak, masuk iklan orang ciuman, LGBT, apa tujuannya? Sedih saya lihatnya. Ini kok begini amat ya. Mereka belum akil baligh (dewasa) sudah harus nonton begituan, itu yang saya hindari. Saya memang tidak mungkin menyetop zaman. Yang saya bisa lakukan adalah menghindar sedikit-sedikit. Saya malah belikan anak-anak karet, dikepang main karet. Anak saya tetap main gundu, dampu kita bikin pakai kapur. Menurut saya itu lebih sehat, memang mainan anak-anak. Mereka main karet, futsal, bola dan tetap berenang.

Wah, suka dibilang gaptek (gagap teknologi)?
Ya gaptek, nggak gaul biar. Tapi nggak kuper. Saya nggak pernah pakai sosmed, tapi punya teman banyak, bergaul tetap, ekskis juga masih bisa kok.

2 dari 3 halaman

Banyak Bersyukur dalam Kehidupan

Akhirnya Jihan Fahira memutuskan untuk mengenakan hijab, usai merayakan ulang tahun pernikahannya dengan Primus September lalu. Primus, menuru Jihan sudah dari 10 tahun lalu menasihatinya untuk mengenakan hijab. Sebuah perjalanan kehidupan, akhirnya mendorong Jihan Fahira untuk benar-benar mengenakan hijab.

Sekarang punya penampilan baru ya dengan hijab. Apa yang membuat kamu memutuskan untuk berhijab?
Kalau hijab ini, Primusnya sudah marah besar sama saya. Dia sebenarnya sudah meminta saya pakai hijab 10 tahun lalu. Primus penginnya saya tertutup. Cuma ya, dosa atau tidak dosa, sata tahu itu salah. Itu karena saya belum mau. Mau suami ngomong apapun, kalau kita belum mau ya bagaimana. Ini baru tiga bulan pas ulang tahun pernikahan dia ngomong sama anak saya yang besar. Ingat ya kak, papa sudah bilang sama bunda, itu kewajiban papa dunia akherat. Dia bilang sama anaknya dan saya, kewajiban papa itu bukan hanya kasih makan, rumah, kendaraan tapi akan ditanyakan nanti, kenapa anak dan istrinya nggak pakai hijab? Gimana coba saya digituin? Apa yang diomongin Primus nggak salah. Mudah-mudahan nggak telat ya (pakai hijab).

Setelah 10 tahun diminta sang suami, akhirnya saat ini Jihan Fahira Berhijab. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist: Indah Wulansari, Make Up: @Sarahsadiqa, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Ikuti trend hijab?
Saya nggak canggih, ya seperti yang dilihat sekarang. Yang penting nyaman dipakai dan enak.

Pakai referensi juga?
Biasa saja. Ya itu tadi, yang penting dipakainya nyaman ya.

Saat ini, apa sih yang yang belum kamu raih?
Apa ya. Mungkin seiring umur, waktu, semua sudah saya lakukan dan raih. Mulai jadi bintang iklan umur tiga tahun, lalu jadi Gadis Sampul tahun 1993. Saya merasa semua sudah dikasih Tuhan. Saya nggak minta dikasih banyak anak, Alhamdulillah dikasih Alloh banyak anak. Saya nggak pernah minta suami jadi pejabat atau apapun, saya nggak pernah berdoa itu. Saya cuma minta ridha saja dari Alloh. Nggak pernah minta berlebihan. Karena saya takut nggak bisa penuhi hak Tuhan, dikasih terus lalu nggak bisa penuhin.

Lalu bagaimana saat ini? Apakah kamu sudah merasa memenuhi hak Tuhan?
Nah, sekarang ini di usia saya yang mau 40 tahun, sedikit-sedikit saya penuhin haknya Alloh, karena saya sudah dikasih semua. Mudah-mudahan belum telat ya. Iya kan? Apalagi? Mau ngapain lagi? Dikasih suami sudah, tempat tinggal sudah, dikasih kecukupan makan sudah, dikasih anak sudah, ada empat malah. Mau apa lagi? Gantian saja, nutup aurat itu kan hak Alloh. Sudah dikasih semuanya, gantian sedikit-sedikit penuhi hak Alloh, besarin anak-anak. Nggak selamanya kita hidup, mau umur 1 tahun, 2 atau tahun 3 tahun, kalau diambil sama yang punya kita harus siap. Itu yang saya ajarin sama anak-anak.

Masih mau terjun ke dunia hiburan?
Kalau syuting, pas ada momen ya. Suami saya nggak melarang juga, Alhamdulillah. Suami saya juga nggak aneh-aneh yang saya tahu, semoga begitu terus di depan maupun di belakang saya. Mau apa lagi? Saya malah bingung, sudah dikasih semuanya. Kata Primus, yang penting sadar saja sudah punya anak dan suami. Maksudnya tetap, bisa syuting tapi pulang ada aturannya. Ceritanya juga asalkan lucu, bagus dan tidak memaksakan saya mau. Seperti Anak-Anak Manusia kemarin, saya senang banget. Ini juga (wawancara dan pemotretan) bagian dari entertainment kan? Ini perdana saya pemotretan bersama Bintang.com setelah mengenakan hijab.

Setelah mengenakan hijab ini, ada perubahan?
Ini masih tetap cuawaan (aktif), hahahaha.

Apa yang membuat kamu berpikir seperti saat ini?
Karena banyak teman yang sudah meninggal. Saya banyak sekali, malah ada yang di-BB (BlackBerry Messenger) belum saya hapus-hapus. Jadi bagaimana ya, perasaan teman-teman yang dekat gitu, keluarga. Apalagi mereka 'diambil' saat sehat. Kan nggak disyaratkan ya, mau sampai kapan saya happy-happy terus tanpa memikirkan yang pasti terjadi. Itu yang saya bilang ke anak-anak. Dan nggak ada yang saya beratkan, jadi santai saja.

Jihan Fahira tampil lebih cantik dengan menggunakan hijab. (Fotografer: Bambang E. Ros, Stylist: Indah Wulansari, Make Up: @Sarahsadiqa, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Hal positif apa yang kamu ingin tunjukkan kepada orang lain?
Saya nggak bilang apa-apa karena saya masih banyak kurangnya. Saya pun tadi bilang, sedikit-sedikit memenuhi haknya Tuhan. Jadi orang baik dan benar, baik saja nggak cukup, begitupula sebaliknya. Karena itu hal yang berbeda. Mangkanya saya terus belajar, mulai sedikit-sedikit dahulu.

Kamu punya target apa dalam kehidupan?
Targetnya apa kita nggak tahu. Tapi penginnya lebih baik lagi, lebih keren lagi, baik dan benar. Punya cita-cita husnul khatimah. Bukan cuma saya, ini kan pastinya cita-cita semuanya. Nggak ada pilihan, selain hari demi hari harus lebih baik. Waktu itu tidak bisa berjalan mundur.

Apa doa kamu di tahun 2017?
Terutama buat keluarga, anak, suami, ibu yang pasti semua lebih disayang dan menyanyangi Alloh. Buat negara ini, semoga pemimpin kita, presiden semakin dengan dengan Alloh, dekat dengan Tuhannya. Semakin takut dan cinta kepada Tuhannya. Otomatis kalau seperti itu, ke kitanya berdampak lebih baik, juga ke negara, ke rakyatnya, bangsanya juga lebih baik. Karena timbangan bukan hanya di dunia, tapi di akherat. Doa saya, semoga Bapak Presiden lebih menjalankan amal makruf nahi mungkar.

Jihan Fahira telah berubah dalam pemikirannya. Ia semakin matang dan berusaha menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan kehidupan. Bersama keempat anaknya dan suami tercinta, Jihan Fahira berusaha untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Semoga selalu mendapatkan keberkahan ya Jihan.

0 Komentar

Belum ada komentar