Sukses

Celeb

4 Saksi Bantah Senjata Gatot Brajamusti untuk Syuting Film

Bintang.com, Jakarta Saat penggeledahan yang dilakukan polisi di rumah Gatot Brajamusti, polisi menemukan beberapa barang bukti diantaranya dua pucuk senjata api ilegal bersama sejumlah amunisi. Dalam pernyataannya, Gatot mengatakan jika senjata api tersebut hanya pinjaman dan menjadi properti dalam film yang diproduksinya.

Namun, semua saksi yang dipanggil polisi dan dimintai keterangan tidak ada yang membearkan pernyataan Gatot tersebut. Pemilikin senjata ilegal bisa menambah berat ancaman penjara yang dihadapi Gatot. Bukan cuma persoalan narkotika tapi juga senjata ilegal. Berikut 4 pernyataan yang memberatkan Gatot.

1. Nabila Putri
Nabila Putri membenarkan adanya adegan tembak-menembak dalam film DPO, namun wanita 25 tahun tersebut memastikan jika apa senjata yang dipegangnya saat proses syuting berlangsung hanya senjata mainan. "Ada kan buat yang dijalanan umum, senjata tapi nggak asli, Kalau yang dipakai syutingnya di film itu dummy," tandasnya

"Enggak asli dong. Masa syuting dipinggir jalan pakai properti asli. Nanti aku ketembak dong. Aku bawa asli juga nggak bisa makainya," ungkap Nabila Putri seusai menjalani pemeriksaan di Subnit Resmob Polda Metro Jaya, Senin (17/10/2016).

2. Torro Margens
Torro tak bisa memastikan apakah benar senjata api yang ada dalam kepemilikan Gatot Brajamusti digunakan sebagai properti film atau tidak. Pasalnya, aktor yang kerap mendapat peran antagonis itu tidak menggunakan senjata dalam film DPO.

"Saya di syuting film itu nggak pegang senjata. Saya justru hanya pegang tongkat. Setahu saya yang pegang senjata itu adalah yang DPO, polisi-polisi saja," lanjutnya.

"Saya nggak lihat itu. Yang saya lihat di film DPO yang namanya properti itu kan senjatanya disiapkan oleh art director," kata Torro Margens di Resmob Polda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).

3. Dedi Setiadi
Sutradara Dedi Setiadi menjadi salah satu orang yang dijadikan saksi dalam pemeriksaan Gatot Brajamusti sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal. Dedi diketahui merupakan sutradara film Azrax, dipanggil karena Gatot mengaku senjata api yang ia miliki hanya properti untuk film dan untuk latihan menembak.

"Ribet, kacau, pusing. Yang bukan kerjaan saya, tapi kok ngapain saya ke sini. Buang-buang waktu aja ngapain. Saya kan hanya minta siapkan beberapa pemain untuk perankan polisi, perankan penjahat. Yang tahu senjata itu co director, bukan saya. Saya hanya adegannya saja," tegasnya.

4. Nadine Chandrawinata
Dalam keterangannya, Nadine mengaku tak mengetahui perihal senjata api itu. Sebab, dirinya tidak mendapat scene perkelahian atau tembak-menembak saat terlibat di film Azrax.

"Pertanyaan seputar film, ditanya ada senjata api apa tidak. Scene saya tidak ada adegan berbau senjata api atau senjata tajam. Saya cuma ada 2 frame dengan Aa Gatot Brajamusti, tidak ada dialog dan fighting. Itu yang lebih banyak ditanya penyidik," jelas Nadine.

0 Komentar

Belum ada komentar